Sabtu, 26 Mei 2012

Dongeng - Asal Usul Telaga Warna


Asal-Usul Telaga Warna
Pada zaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Negeri itu di pimpin oleh seorang raja. Prabu, begitulah orang-orang memanggilnya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur dan tenteram. Tak ada penduduk yang menderita kelaparan di negeri itu.
Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat mereka dan seluruh rakyat di negeri itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun, Prabu dan Ratu tidak setuju.
Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdo’a, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu senang sekali. Mereka memberikan hadiah untuk sang Ratu. Hadiah mereka membanjiri istana.
Sembilan bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang Putri. Penduduk di negeri itu pun kembali mengirimi Putri kecil itu aneka macam hadiah. Bayi itu tumbuh menjadi anak yang lucu. Prabu dan Ratu sangat menyayangi Putrinya. Mereka memberikan apapun yang sang Putri inginkan. Namun, itu membuatnya menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis itu akan marah. Bahkan ia sering berkata kasar. Tetapi walaupun begitu, seluruh rakyat di kerajaan itu sangat mencintainya.
Hari berlalu, Putri pun menjadi gadis tercantik di negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka, para penduduk membawa hadiah-hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat.
Prabu membawa sedikit emas dan permata ke ahli perhiasan. “ Tolong buatkan kalung yang sangat indah untuk Putriku,” kata Prabu. “ Dengan senang hati, Yang Mulia,” sahut ahli perhiasan. Ia lalu bekerja sebaik mungkin dan dengan sepenuh hati. Ia berharap dapat menciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat menyayangi tuan Putri.
Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri itu berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu datang, orang-orang menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Seluruh rakyat mengagumi kecantikannya.
Prabu lalu bangkit dari kursinya. Ia menghadiahi kalung yang sangat indah untuk sang Putri. Putri menerima kalung itu dan melihatnya sekilas. “ Aku tak mau memakainya, kalung ini jelek. Emas dan permatanya sedikit. Aku ingin memakai kalung yang mempunyai banyak emas dan permata” seru sang Putri. Kemudian ia melempar kalung itu. Kalung yang indah itu pun rusak. Sehingga, emas dan permatanya tersebar di lantai.
Itu sungguh mengejutkan. Tak seorang pun menyangka bahwa Putri akan berbuat seperti itu. Tak seorang pun bicara. Suasana hening. Tiba-tiba terdengar tangisan sang Ratu. Tangisannya pun diikuti oleh tangisan semua orang yang ada di sana. Tiba-tiba muncul mata air dari halaman istana. Mula-mula membentuk kolam kecil. Lalu istana mulai banjir. Istana pun dipenuhi air bagai sebuah danau. Lalu danau itu makin besar dan menenggelamkan seluruh istana.
Akhirnya, istana telah menjadi sebuah danau. Sampai sekarang danau itu masih ada, nama danau itu adalah Telaga Warna. Danau itu berada di daerah puncak. Di hari yang cerah, kita dapat melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun ada juga yang mengatakan bahwa, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di dasar telaga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar